Selasa, 26 Juni 2012

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESCRIPTIVE MELALUI METODE ESTAFET WRITING DI KELAS XI SMAN 2 RAMBAH HILIR


By. NUR IKHSAN,S.Pd
SMAN 2 RAMBAH HILIR (ROHUL)
HP: 081365774929



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan (Listening),berbicara (Speaking),membaca (Reading) dan menulis (Writing).
Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu.
Didalam pembelajaran bahasa inggris ada beberapa  materi yang harus dikuasai oleh peserta didik tingkat SMA, seperti teks fungsional pendek, percakapan interpersonal, dan teks yang berbentuk narrative, recount, report, procedure, newsitem, hortatory exposition, analytical exposition, explanation, discussion,and review (Genre based Approach). Salah satu teks tersebut berbentuk descriptive.
Sebagaimana tercantum didalam standar isi, tentang kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa tingkat SMA dalam menulis adalah mampu mengungkapkan berbagai makna (interpersonal) dalam berbagai teks tulis interaksional dan monolog yang  berbentuk narrative, report, recount, dan lainnya pada umumnya, khususnya siswa diharapkan mampu membuat teks singkat yang berbentuk descriptive.
Namun kenyataannya, kemampuan siswa kelas X SMAN 2 Rambah Hilir dalam menulis, khususnya teks yang berbentuk descriptive sangatlah rendah. Sebahagian siswa belum mampu membuat teks singkat yang berbentuk descriptive.
Kemungkinan rendahnya kemampuan menulis siswa dalam teks yang berbentuk descriptive disebabkan oleh motivasi siswa yang rendah, atau karena metode penilaian yang tidak tepat,  bisa juga karena rendahnya penguasaan tata bahasa inggris, atau mungkin karena metode mengajar yang tidak tepat, dan frekuensi latihan yang tidak cukup.
Sebagai seorang guru, penulis merasa terpanggil untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran, termasuk juga rendahnya kemampuan menulis siswa kelas X SMAN 2 Rambah Hilir dalam teks yang berbentuk descriptive. Dan penulis merasa menemukan pemecahannya yaitu melalui metode estafet writing, namun peningkatan kemampuan menulis siswa dalam teks descriptive belum teruji secara ilmiah. Oleh karena itulah penulis membuat penelitian tindakan kelas dengan judul: MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESCRIPTIVE SISWA KELAS X SMAN 2 RAMBAH HILIR MELALUI METODE ESTAFET WRITING.
B.       Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, indikasi masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Motivasi siswa yang rendah
2.      Metode penilaian yang tidak tepat.
3.      Rendahnya penguasaan tata bahasa inggris
4.      Metode mengajar yang tidak tepat
5.      Frekuensi latihan yang tidak cukup

C.      Pembatasan  Masalah
Berdasarkan indikasi masalah diatas, penelitian ini dibatasi hanya pada   meningkatkan kemampuan menulis teks descriptive siswa kelas X SMAN 2 Rambah Hilir melalui metode estafet writing.
D.      Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.      Sejauh manakah peningkatan kemampuan menulis teks descriptive siswa X SMAN 2 Rambah Hilir melalui metode estafet writing?
2.      Kendala – kendala apakah yang dihadapi dalam menerapkan metode estafet writing?
3.      Bagaimana penggunaan metode estafet dapat meningkatkan kemampuan menulis teks descriptive siswa?
4.      Apakah metode estafet writing dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa?

E.       Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui sejauh manakah kemampuan menulis teks descriptive siswa kelas X SMAN 2 Rambah Hilir melalui metode estafet writing  .
2.      Untuk mengatasi kendala – kendala  yang dihadapi dalam menulis.
3.      Untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode estafet dapat meningkatkan kemampuan menulis teks descriptive siswa.
4.      Untuk mengetahui apakah metode estafet writing dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa.

F.       Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini dapat berguna untuk :
1.      Guru
Dapat memberikan informasi tentang metode yang sesuai dengan pembelajaran
2.      Siswa
Meningkatkan motivasi dan prestasi pada pelajaran bahasa inggris.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.          Kajian Teoritik
A.1. Pengertian Menulis

Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat medianya (Suparno dan M. Yunus dalam St.Y. Slamet, 2007: 96). Sementara itu Puji Santosa, dkk (2008: 6.14) mengemukakan bahwa menulis dapat dianggap sebagai proses ataupun suatu hasil. Menulis adalah menemukan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu (Tarigan dalam Muchlisoh, 1993: 233). Menurut Byrne dalam St.Y. Slamet (2008: 141) mengungkapkan bahwa keterampilan menulis pada hakikatnya bukan sekedar kemampuan menulis simbol-simbol grafis sehingga berbentuk kata, dan kata-kata dapat disusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu, melainkan keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil.

A.2. Pengertian Descriptive Text


A.3. Metode Estafet Writing.
Estafet writing adalah salah satu strategi yang digunakan didalam proses pembelajaran bahasa inggris yang mana diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Dimana adanya kerjasama antar siswa yang satu dengan yang lainnya. Sehingga pada akhirnya siswa dapat membuat sebuah teks secara berantai.
Melalui metode estafet writing didalam menulis sebuah teks, diharapkan secara umum siswa kelas X SMAN 2 Rambah Hilir  mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, ide dan pendapatnya, khususnya mampu menghasilkan sebuah teks singkat yang berbentuk descriptive.
B.            Penelitian yang Relevan
Penelitian tentang Kemampuan Menulis Teks descriptive Melalui Estafet Writing, pernah diteliti oleh: Siti Syathariah, yang judulnya Meningkatkan Motivasi dan Kemauan Siswa dalam Menulis Puisi dengan Metode Estafet Writing, 2010 yang mana hasilnya diketahui bahwa selama proses pembelajaran menulis puisi dengan metode Estafet Writing motivasi siswa meningkat.
 Walaupun begitu, penelitian ini memiliki persamaan dengan masalah yang penulis angkat yaitu sama-sama menggunakan metode Estafet Writing.
Adapun perbedaannya dengan penelitian yang penulis angkat adalah penulis membahas tentang kemampuan menulis teks descriptive, akan tetapi Penelitian Siti Syathariah mengangkat tentang motivasi dan kemauan siswa dalam menulis puisi.













BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas yaitu penelitian yang bertujuan untuk pencapaian hasil belajar siswa.
A.     Setting Penelitian
A.1. Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 Rambah Hilir, karena penulis mengajar disekolah ini. Sehingga penilitian ini tidak dapat dengan mudah dilaksanakan dan bahkan tidak akan menganggu kegiatan proses belajar mengajar di sekolah ini.
A.2. Subject
            Adapun subject penelitian ini adalah siswa kelas X.C  yang berjumlah 30 orang siswa; 12 laki-laki dan 18 perempuan. Adapun alasan penulis memilih kelas tersebut karena disebabkan sebagian besar siswa kelas X.C memiliki kemampuan menulis writing yang rendah.
A.3. Waktu
            Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2012 / 2013, tepatnya pada bulan September – November 2012.

B.          Prosedur  Penelitian
Penelitian ini direncanakan dilaksanakan dalam 3 siklus, siklus pertama adalah mencari materi, merancang RPP, melaksanakan pretest, memberi perlakuan ( mengajar) dan memberikan pengujian. Adapun siklus kedua adalah menganalisa hasil pretest dan pengujian, menganalisa hasil refleksi dan memberi tindakan. Kemudian siklus ketiga adalah mengoreksi hasil.

C.          Instrumen Penelitian
Adapun instrument penelitian ini berupa penugasan, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis siswa.


D.          Analisis Data
Keberhasilan penelitian ini ditentukan oleh meningkatnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu, untuk mengukur hasil belajar siswa, instrument yang digunakan adalah memberi penugasan untuk setiap siklus. Analisa data dilakukan dengan melihat perkembangan peningkatan hasil belajar dari siklus 1, siklus 2 dan siklus 3, yang dijelaskan dalam bentuk angka dan deskripsi kemajuan.






















MATERI; CONTOH SEBUAH TEKS DESCRIPTIVE

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
            Proses pembelajaran direncanakan dalam tiga kegiatan, yaitu (1) kegiatan awal, (2) kegiatan inti, (3) kegiatan akhir. Berikut ini adalah uraiannya:

KEGIATAN AWAL
1.      Pertama mengabsen kehadiran siswa dan menkondisikan kelas untuk memulai pelajaran.
2.      Kemudian   mereview pelajaran yang lalu pada kompetensi reading  pada    teks narrative serta guru bertanya jawab tentang generic structure, communicative purpose, dan language feature teks narrative.
3.      Setelah itu guru memberikan contoh sebuah teks  descriptive kepada siswa.

KEGIATAN INTI
1.      Pelaksanaan dengan menggunakan metode estafet writing, diawali dengan penjelasan tentang langkah-langkah metode pembelajaran estafet writing.
2.      Kemudian guru membagi siswa atas 6 kelompok kecil yang beranggotakan 5 siswa tiap-tiap kelompok.


3 komentar:

zanu koston mengatakan...

Boleh dijelaskan langkah-langkah intruksi strategi Estafet wrting itu apa saja? thanks

Hendra Jayadi mengatakan...

maaf ya umpat mengcopy lah

NEW WISH mengatakan...

ada buku atau referensi yang merujuk pd metode estafet writing ga? teroi siapa? thanks before!

Poskan Komentar