Selasa, 26 Juni 2012

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARRATIVE MELALUI PENJELASAN LANGKAH-LANGKAH RETORIKA DI KELAS X SMAN 1 INDRA PRAJA TEMBILAHAN


Oleh : PUTIKAH, S.Pd
                                                            SMAN 1 INDRA PRAJA TEMBILAHAN

BAB  1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, ada empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki peserta didik, yaitu mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing). Keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus di pelajari peserta didik. Keterampilan ini tidak selalu mudah dilakukan. Diperlukan proses belajar dan latihan untuk mengasah bakat dan keterampilan menulis yang sudah ada.
Keterampilan menulis ini menjadi sangat penting bagi peserta didik karena dengan menulis peserta didik dapat mengukur kemampuan berbahasa dan mengukur penguasaan kosakata yang dimilikinya. Selain itu, peserta didik juga dapat menuangangkan ide-ide yang selama ini sulit untuk di kemukakan secara lisan.
Dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SMA, ada beberapa jenis teks atau genre atau text types yang harus dikuasai oleh peserta didik, salah satunya adalah teks narrative. Menulis teks narrative merupakan kompetensi menulis yang sudah ada dan dimulai di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Peserta didik dapat mengungkapkan perasaan, ide, dan gagasannya kepada orang lain melalui kegiatan menulis nararative. Kemampuan menulis narrative tidak secara otomatis dapat dikuasai oleh peserta didik, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur sehingga peserta didik akan lebih mudah berekspresi dalam kegiatan menulis.
Berkaitan dengan keterampilan menulis, peserta didik diharapkan mampu menulis teks narrative. Idealnya peserta didik mampu menulis teks narrative sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan yang tercakup dalam langkah-langkah retorika teks narative yang terdiri dari generic stucture (susunan umun teks) yang mencakup orientation, complication dan resolution,  serta menggunakan languange features seperti simple past tense (verb 2), action verbs, dan conjunction. Selain itu tulisan yang dihasilkan oleh peserta didik mengandung pesan moral (moral value).
Namun kenyataannya, masih banyak peserta didik yang belum mampu menulis dengan baik. Hal ini di karenakan, peserta didik tidak atau belum memahami perbedaan-perbedaan yang ada dalam setiap teks tersebut. Oleh sebab itu, perlu adanya penjelasan yang lebih sehingga peserta didik dapat membedakan setiap jenis teks secara mudah dan dapat mengembangkan keterampilan menulis mereka dengan langkah-langkah retorika dari setiap teks tersebut.
Terjadi kesenjangan antara hasil ideal dengan kenyataan  yang ditemukan disekolah dalam kemampuan menulis peserta didik  disebabkan oleh motivasi peserta didik  yang rendah atau peserta didik belum memahami genre based approach, kemungkinan lain dikarenakan  keterbatasan kosakata yang dimiliki peserta didik atau mungkin juga karena peserta didik kurang memahami languange features dari setiap jenis teks atau kemungkinan terbesar pendidik kurang memberi penjelasan langkah-langkah retorika dari setiap jenis teks kepada peserta didik.
Sebagai seorang guru, penulis merasa terpanggil untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam tugas sebagai pendidik dalam proses belajar mengajar termasuk juga rendahnya kemampuan menulis peserta didik dan penulis merasa menemukan cara untuk memecahannya yaitu melalui penjelasan langkah-langkah retorika. Namun peningkatan kemampuan menulis peserta didik belum teruji secara ilmiah, oleh karena alasan inilah penulis membuat penelitaian tindakan kelas dengan judul
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARRATIVE   MELALUI  PENJELASAN  LANGKAH-LANGKAH RETORIKA DI KELAS X SMAN 1 INDRA PRAJA TEMBILAHAN

B.    Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Motivasi peserta didik yang rendah
2.      Peserta didik belum memahami genre based approach
3.      Keterbatasan kosakata yang dimiliki peserta didik
4.      Peserta didik kurang memahami languange features dari setiap jenis teks
5.      Pendidik kurang memberi penjelasan langkah-langkah retorika dari setiap jenis teks kepada peserta didik

C.     Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, penelitian ini dibatasi hanya pada meningkatkan kekampuan menulis teks narrative peserta didik kelas X melalui penjelasan langkah-langkah retorika.

D.    Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Apakah melalui penjelasan langkah-langkah retorika dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narrative peserta didik kelas X SMAN 1 Indra Praja Tembilahan?
2.      Sejauhmanakah meningkatnya kemampuan menulis teks narrative peserta didik kelas X SMAN 1 Indra Praja Tembilahan melalui penjelasan langkah-langkah retorika?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1.      Untuk menemukan data dan informasi bahwa melalui penjelasan langkah-langkah retorika dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narrative peserta didik kelas X SMAN 1 Indra Praja Tembilahan
2.      Untuk mendapatkan data dan informasi bahwa seberapa jauh meningkatnya kemampuan menulis teks narrative peserta didik kelas X SMAN 1 Indra Praja Tembilahan melalui penjelasan langkah-langkah retorika

F.     Manfaat Penelitian
a.    Bagi Siswa
Untuk meningkatkan kemampuan menulis peserta didik menurut jenis teks yang sesuai dengan lebih aktif, efektif dan efisien
b.        Bagi Guru
Meningkatkan keterampilan guru dalam menyelenggarakan pembelajaran





BAB 11
TINJAUAN PUSTAKA

A.                Kajian Teoritis

2.1.Teori Menulis
Dengan berdasar pada betapa pentingnya keterampilan menulis ini, para ahli banyak yang mencoba mendefinisikan keterampilan atau kegiatan menulis ini sesuai dengan pendapatnya masing-masing. Berikut akan disampaikan beberapa pengertian menulis menurut para ahli.
Menurut Djuharie (2005: 120), menulis merupakan suatu keterampilan yang dapat di bina dan di latihkan. Hal ini senada dengan apa yang di ungkapkan Ebo (2005: 1), bahwa setiap orang bisa menulis. Artinya, kegiatan menulis itu dapat dilakukan oleh setiap orang dengan cara dibina dan dilatihkan.
Mengenai Pengertian menulis, Pranoto (2004: 9) berpendapat, bahwamenulis berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan atau menceritakan sesuatu kepada orang lain melalui tulisan. Menulis juga dapat di artikan sebagai ungkapan atau ekspresi perasaan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dengan kata lain, melalui proses menulis kita dapat berkomunikasi secara tidak langsung.
Batasan menulis menurut Tarigan (1994: 21), yaitu menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik, menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambar grafik itu. Gambar atau lukisan mungkin dapat menyampaikan makna-makna, tetapi tidak menggambarkan kesatuan-kesatuan bahasa. Menulis merupakan suatu representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa. Hal ini merupakan perbedaan utama antara lukisan dan tulisan, antara melukis dan menulis.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diketahui hasil kegiatan menulis adalah sebuah tulisan. Hasil sebuah tulisan pada dasarnya adalah untuk menyampaikan pikiran, pendapat, atau gagasan yang muncul. Mengingat fungsi utama kegiatan menulis merupakan sarana berkomunikasi secara tidak langsung, maka penting bagi peserta didik untuk mempelajari keterampilan menulis. Selain dapat meningkatkan kecakapan berpendapat, menulis juga dapat melatih peserta didik menuangkan ide pikiran dengan lebih mudah. Dapat disimpulkan menulis adalah kegiatan yang produktif dan ekspresif dengan cara mengungkapkan gagasan yang ada dalam pikiran kita kedalam bentuk tulisan.

2.2. Teks Narrative
A narrative text is an imaginative story to entertain people (teks narasi adalah cerita imaginatif yang bertujuan menghibur orang). 
Jika melihat pada kamus bahasa Inggris, secara harfiah narrative bermakna (1) a spoken or written account of connected events; a story. (2) the narrated part of a literary work, as distinct from dialogue. (3) the practice or art of narration. 
(Narrative bermakna : 1. sebuah cerita baik terucap atau tertulis tentang peristiwa-peristiwa yang berhubungan. 2. bagian yang diceritakan dalam sebuah karya sastra, berbeda dengan dialog. 3. Praktik atau seni bercerita)
Jika disimpulkan, maka sebuah narrative text adalah teks yang berisi sebuah cerita baik tertulis ataupun tidak tertulis dan terdapat rangkaian peristiwa yang saling terhubung.

2.3. Langkah – Langkah Retorika
Kehidupan manusia jelas tak lepas dari retorika, dari keseharian individual sampai kehidupan sosial yang kompleks. Soalnya adalah retorika seperti apakah yang patut dikembangkan sehingga mencerahkan kehidupan bersama. Dalam Modern rhetorical Criticism (1977), Roderick P. Hart melukiskan ‘alam pikiran retorika’ yang dipandangnya sehat. Suatu retorika yang baik, katanya, harus memadukan empat aspek. Pertama, scientifically demonstrable; harfiahnya suatu tuturan harus bisa dibuktikan secara ilmiah atau berdasarkan fakta.
Kedua, artistically creative; terutama berasosiasi dengan pemanfaatan retorika secara particular, yakni dalam pengucapan seni. Dalam berbahasa sehari-hari tentu tidak perlu berbunga-bunga, yang penting jelas dan santun. Ketiga, philosophically reasonable; memperhatikan moral dan etika dalam bertutur untuk membedakan baik dan buruk, manfaat dan mudarat, berkah dan mubazir. Akhirnya, keempat, socially concerned; suatu retorika, apalagi yang terbuka untuk umum, haruslah bertemali dan bermanfaat memecahkan masalah orang banyak sehingga menyejahterakan kehidupan bersama lahir-batin.
Generic Structure dari Narrative Text
Orientation : It is about the opening paragraph where the   characters of the story are introduced.(berisi pengenalan tokoh, tempat dan waktu terjadinya cerita (siapa atau apa, kapan dan dimana) 
Complication : Where the problems in the story developed. (Permasalahan muncul / mulai terjadi dan berkembang)
Resolution : Where the problems in the story is solved. Masalah selesai, --- secara baik "happy ending" ataupun buruk "bad ending".
B.     Penelitian yang Relevan





C.     Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah

Peserta didik             Teks Narrative

                                                Writing            Langkah-langkah        Kemampuan
                                                                        Retorika                      Menulis
















BAB  III
METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar peserta didik dan dilakukan dikelas tempat penulis mengajar. Metodologi penelitiannya adalah sebagai berikut :
A.    Setting Penelitian
1.      Tempat
Peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertempat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Indra Praja Tembilahan  yang terletak di Jalan Pendidikan Kecamatan TembilahanKabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

2.      Waktu
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diperkirakan selama dua bulan mulai awal bulan September 2012 sampai akhir bulan Oktober 2012.

3.      subjek tindakan dalam penelitian ini adalah Peserta didik kelas X.1 yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 18 orang perempuan.



B.     Prosedur Penelitian
Penelitian ini direncanakan diadakan dalam 3 (tiga) siklus. Siklus pertama  yaitu mencari materi, merancang RPP, memberikan pretest, memberikan tindakan, memberikan penyajian. Siklus kedua yaitu menganalisa hasil, refleksi, memberikan tindakan. Siklus ketiga yaitu menganalisa hasil, refleksi .

C.     Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian ini berupa test tertulis yaitu pemberian penugasan kepada peserta didik.

D.    Analisis Data
Keberhasilan penelitian ini ditentukan oleh meningkatnya hasil belajar. Oleh karena itu untuk mengukur hasil belajar digunakan test tertulis untuk setiap siklus. Analisa data dilakukan dengan melihat perkembangan peningkatan hasil dari siklus 1 (satu), 2 (dua), dan 3 (tiga) yang dijelaskan berupa angka dan deskripsi kemajuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar